Bandar togel aman terpercaya dengan berbagai macam tipe hadiah
http://www.master188.com/account/register?cd=c3Src
Berita Kita
Kamis, 10 Agustus 2017
Senin, 31 Juli 2017
Mhya Johannes Perkenalkan Tari Kecak di New York
Liputan6.com, Jakarta Salah satu pekerja seni
Indonesia, kali ini memperkenalkan budaya Indonesia ke Internasional. Mhya Johannes merupakan salah satu sutradara seni Indonesia yang berhasil mengikuti salah satu workshop
bergengsi di New York. Mhya berkesempatan mengikuti salah satu pendidikan seni panggung di Lincoln Centre for The Peforming Arts, seperti yang dilansir dari Vidio.com, Kamis (27/7/2017).
Lincoln Centre adalah tempat dimana para seniman tampil dan dipilih secara selektif, bukan hanya itu saja mereka harus melalui banyak audisi. Kerap kali Lincoln Centre dianggap sebagai barometer seni di New York. Teater ini sering menampilkan beberapa karya seni seperti Juliard School, New York City Ballet, dan Mostly Mozart Festival.
Membawa nama Indonesia ke Internasional, Mhya selama sebulan mempelajari dan mendalami seni teater seperti menulis naskah,
art directing, stage directing, hingga hal-hal teknis yang berhubungan dengan seni teater. Terdapat 67 Sutradara dari 23 negara dan dalam kesempatan ini Mhya memperkenalkan tarian Kecak dari Bali dan cerita tentang Ramayana. Mhya dan peserta lainnya bersama-sama belajar dasar dan konsep tari kecak, berdasarkan imajinasi masing-masing peserta.
Untuk turut dalam workshop seni ini, Mhya mendapatkan kesempatan ini tidaklah mudah. Awalnya, Mhya menyerahkan tulisan essai ke aplikasi ke Lincoln Festival dan baru mendapatkan balasannya pada bulan Maret. Sebanyak 100 halaman yang telah masuk ke New York, dan Mhya merupakan salah satu perwakilan Indonesia yang beruntung.
Mhya menemukan banyak perbedaan seni pertunjukan di Indonesia dan New York, salah satunya adalah speed of work . "Di sini jadwal sangat padat sekali, mulai jam 10 pagi hingga selesai jam 10 atau 12 malam." jelas Mhya. Untuk tema dari pertunjukan ini sendiri adalah Making Theatre in Time of Change yang bertujuan untuk melakukan sejumlah perubahan dalam masyarakat.
Mhya juga memberikan saran dan masukan untuk para pekerja seni di Indonesia. "jangan cepat puas, beranilah membuat terobosan baru dan mari membawa nama Indonesia lebih besar lagi dalam skala dunia".
Indonesia, kali ini memperkenalkan budaya Indonesia ke Internasional. Mhya Johannes merupakan salah satu sutradara seni Indonesia yang berhasil mengikuti salah satu workshop
bergengsi di New York. Mhya berkesempatan mengikuti salah satu pendidikan seni panggung di Lincoln Centre for The Peforming Arts, seperti yang dilansir dari Vidio.com, Kamis (27/7/2017).
Lincoln Centre adalah tempat dimana para seniman tampil dan dipilih secara selektif, bukan hanya itu saja mereka harus melalui banyak audisi. Kerap kali Lincoln Centre dianggap sebagai barometer seni di New York. Teater ini sering menampilkan beberapa karya seni seperti Juliard School, New York City Ballet, dan Mostly Mozart Festival.
Membawa nama Indonesia ke Internasional, Mhya selama sebulan mempelajari dan mendalami seni teater seperti menulis naskah,
art directing, stage directing, hingga hal-hal teknis yang berhubungan dengan seni teater. Terdapat 67 Sutradara dari 23 negara dan dalam kesempatan ini Mhya memperkenalkan tarian Kecak dari Bali dan cerita tentang Ramayana. Mhya dan peserta lainnya bersama-sama belajar dasar dan konsep tari kecak, berdasarkan imajinasi masing-masing peserta.
Untuk turut dalam workshop seni ini, Mhya mendapatkan kesempatan ini tidaklah mudah. Awalnya, Mhya menyerahkan tulisan essai ke aplikasi ke Lincoln Festival dan baru mendapatkan balasannya pada bulan Maret. Sebanyak 100 halaman yang telah masuk ke New York, dan Mhya merupakan salah satu perwakilan Indonesia yang beruntung.
Mhya menemukan banyak perbedaan seni pertunjukan di Indonesia dan New York, salah satunya adalah speed of work . "Di sini jadwal sangat padat sekali, mulai jam 10 pagi hingga selesai jam 10 atau 12 malam." jelas Mhya. Untuk tema dari pertunjukan ini sendiri adalah Making Theatre in Time of Change yang bertujuan untuk melakukan sejumlah perubahan dalam masyarakat.
Mhya juga memberikan saran dan masukan untuk para pekerja seni di Indonesia. "jangan cepat puas, beranilah membuat terobosan baru dan mari membawa nama Indonesia lebih besar lagi dalam skala dunia".
Beragam Kode dari Kereta hingga Ahok, Patrialis: Biasa Bercandaan
Jakarta - Eks hakim konstitusi Patrialis Akbar menyebut istilah-istilah yang muncul dalam percakapan teleponnya dengan Kamaludin merupakan hal spontan. Patrialis mengklaim tidak ada niat atau unsur apa pun dalam menyebut istilah grosiran-eceran hingga Ahok untuk menyebut nama Basuki Hariman.
Hal itu terungkap dalam rekaman telepon yang diperdengarkan jaksa di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Salah satu hal yang dipermasalahkan jaksa adalah percakapan soal perintah.
"Dalam percakapan telepon 'Oh ke Blok M ini ane belum ada perintah lagi'. Yang Saudara jawab 'iya bos' lalu ketawa," tanya jaksa Lie soal makna perintah.
"Saya belum paham, sudah biasa bercanda-canda. Saya nggak paham apa maksudnya," jawab Patrialis.
"Saudara tidak berusaha klarifikasi," tanya jaksa lagi.
"Tidak," jawab Patrialis singkat.
Jaksa kemudian memutar rekaman telepon Patrialis pada 30 September 2016. Dalam rekaman itu, terdengar istilah 'kawan itu oke', lalu jaksa bertanya siapa yang dimaksud kawan.
"Kawan itu Pak Basuki," jelas Patrialis.
Patrialis menyebut tak ada alasan khusus menyebut Basuki sebagai kawan. Alasannya, dia teringat Kamaludin sering bertanya tentang progres pembahasan uji materi UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
"Karena Pak Kamal itu terlalu sering menanyakan masalah uji materi, saya bilang kalau sendiri nggak. Kalau mau coba saja yang lain," ucapnya.
Jaksa bertanya alasan 'oke' itu ditujukan ke Kamal. Patrialis menyebut istilah itu terkait dengan usulannya menggunakan jasa pengacara Lukas untuk mendekati hakim lain.
"Apakah Pak Basuki setuju mencari pengacara lain, Pak Lukas," tutur Patrialis.
"Kenapa kepikiran Pak Basuki harus cari Lukas," kata jaksa Lie.
"Karena saya terus terang nggak bisa bantu, saya spontan coba saja cari yang lain," ucap Patrialis.
Patrialis menyarankan Basuki Hariman bisa berkomunikasi dengan Lukas. Namun dia tak mau gamblang menyebutkan alasannya.
"Yang saya tanyakan kenapa ke-oke-an," tanya jaksa Lie.
"Apakah Pak Basuki setuju atau tidak. Supaya Pak Basuki cari Pak Lukas untuk judicial review ," jawab Patrialis.
"Apakah untuk mendekati Pak Suhartoyo," ujar jaksa.
"Nggak begitu juga. Silakan Pak Kamal dengan Pak Basuki cari Pak Lukas, bisa tukar pikiran langkah-langkah seperti ini karena saya nggak bisa bantu," tutur Patrialis.
Jaksa kemudian mencecar adanya istilah grosiran dan eceran. Patrialis menyebut jasa pengacara Lukas memang dikenal mahal.
"Terus kenapa ada grosiran-eceran?" ujar jaksa Lie.
"Karena Pak Lukas itu mahal pengacaranya," ucap Patrialis.
Tak hanya itu, jaksa juga menanyakan alasan Patrialis menyebut Basuki Hariman dengan istilah Ahok. Lagi-lagi Patrialis menyebutnya sebagai bagian dari candaannya karena merasa sudah sangat dekat dengan Kamaludin.
"Ahok itu Pak Basuki, sebelumnya Pak Kamal menanyakan ke saya, 'Pak Patrialis Pak Basuki
pengen ketemu'. Saya nggak bisa, besoknya saya sudah luang (telepon Kamaludin) 'Si Ahok jadi ketemu nggak?'," ujar Patrialis.
Jaksa kembali mencecar Patrialis dengan pertanyaan alasan menggunakan istilah Ahok. Patrialis menyebutnya tidak ada tendensi apa pun.
"Aduh saya nggak paham, juga biasa bercandaan saja," kata Patrialis.
Istilah yang ada dalam percakapan telepon Patrialis dengan Kamaludin juga ada soal kereta. Patrialis mengaku baru satu kali mengasosiasikan putusan dengan kereta karena iseng.
"Kenapa pembacaan putusan diganti kereta," tanya jaksa.
"Itulah karena saya dan Pak Kamal," ucap Patrialis.
Hal itu terungkap dalam rekaman telepon yang diperdengarkan jaksa di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Salah satu hal yang dipermasalahkan jaksa adalah percakapan soal perintah.
"Dalam percakapan telepon 'Oh ke Blok M ini ane belum ada perintah lagi'. Yang Saudara jawab 'iya bos' lalu ketawa," tanya jaksa Lie soal makna perintah.
"Saya belum paham, sudah biasa bercanda-canda. Saya nggak paham apa maksudnya," jawab Patrialis.
"Saudara tidak berusaha klarifikasi," tanya jaksa lagi.
"Tidak," jawab Patrialis singkat.
Jaksa kemudian memutar rekaman telepon Patrialis pada 30 September 2016. Dalam rekaman itu, terdengar istilah 'kawan itu oke', lalu jaksa bertanya siapa yang dimaksud kawan.
"Kawan itu Pak Basuki," jelas Patrialis.
Patrialis menyebut tak ada alasan khusus menyebut Basuki sebagai kawan. Alasannya, dia teringat Kamaludin sering bertanya tentang progres pembahasan uji materi UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
"Karena Pak Kamal itu terlalu sering menanyakan masalah uji materi, saya bilang kalau sendiri nggak. Kalau mau coba saja yang lain," ucapnya.
Jaksa bertanya alasan 'oke' itu ditujukan ke Kamal. Patrialis menyebut istilah itu terkait dengan usulannya menggunakan jasa pengacara Lukas untuk mendekati hakim lain.
"Apakah Pak Basuki setuju mencari pengacara lain, Pak Lukas," tutur Patrialis.
"Kenapa kepikiran Pak Basuki harus cari Lukas," kata jaksa Lie.
"Karena saya terus terang nggak bisa bantu, saya spontan coba saja cari yang lain," ucap Patrialis.
Patrialis menyarankan Basuki Hariman bisa berkomunikasi dengan Lukas. Namun dia tak mau gamblang menyebutkan alasannya.
"Yang saya tanyakan kenapa ke-oke-an," tanya jaksa Lie.
"Apakah Pak Basuki setuju atau tidak. Supaya Pak Basuki cari Pak Lukas untuk judicial review ," jawab Patrialis.
"Apakah untuk mendekati Pak Suhartoyo," ujar jaksa.
"Nggak begitu juga. Silakan Pak Kamal dengan Pak Basuki cari Pak Lukas, bisa tukar pikiran langkah-langkah seperti ini karena saya nggak bisa bantu," tutur Patrialis.
Jaksa kemudian mencecar adanya istilah grosiran dan eceran. Patrialis menyebut jasa pengacara Lukas memang dikenal mahal.
"Terus kenapa ada grosiran-eceran?" ujar jaksa Lie.
"Karena Pak Lukas itu mahal pengacaranya," ucap Patrialis.
Tak hanya itu, jaksa juga menanyakan alasan Patrialis menyebut Basuki Hariman dengan istilah Ahok. Lagi-lagi Patrialis menyebutnya sebagai bagian dari candaannya karena merasa sudah sangat dekat dengan Kamaludin.
"Ahok itu Pak Basuki, sebelumnya Pak Kamal menanyakan ke saya, 'Pak Patrialis Pak Basuki
pengen ketemu'. Saya nggak bisa, besoknya saya sudah luang (telepon Kamaludin) 'Si Ahok jadi ketemu nggak?'," ujar Patrialis.
Jaksa kembali mencecar Patrialis dengan pertanyaan alasan menggunakan istilah Ahok. Patrialis menyebutnya tidak ada tendensi apa pun.
"Aduh saya nggak paham, juga biasa bercandaan saja," kata Patrialis.
Istilah yang ada dalam percakapan telepon Patrialis dengan Kamaludin juga ada soal kereta. Patrialis mengaku baru satu kali mengasosiasikan putusan dengan kereta karena iseng.
"Kenapa pembacaan putusan diganti kereta," tanya jaksa.
"Itulah karena saya dan Pak Kamal," ucap Patrialis.
ARSENE WENGER: ALEXIS SANCHEZ BERTAHAN DI ARSENAL!
Manajer Arsenal itu menyebut Sanchez bakal menghabiskan kontraknya di Emirates Stadium yang berlaku hingga Juni 2018.
Arsene Wenger selaku manajer Arsenal menekankan bahwa Alexis Sanchez bakal menghabiskan sisa kontraknya di Emirates Stadium.
Bintang internasional Cile itu masih menyisakan 11 bulan tersisa di kontraknya, selagi di musim panas ini ia sering dikaitkan dengan kepindahan ke sejumlah tim seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain.
Sanchez sendiri tidak kelihatan batang hidungnya saat Arsenal membungkam Benfica dengan skor 5-2 di ajang Emirates Cup pada Sabtu (29/7) malam WIB, dengan Wenger menyebut pemainnya itu sedang sakit dan baru bisa kembali bergabung pada awal pekan depan.
“Tidak ada perkembangan, semuanya masih sama. Dia [Sanchez] bertahan,” kata Wenger.
“Dia mengabari saya kemarin bahwa dia terkena flu dan akan kembali secepatnya. Kami berkomunikasi dengan dia dan dokternya dan dia harusnya bisa kembali pada Selasa lusa.
“Pemain-pemain yang memiliki setahun tersisa di kontraknya harus menghargai kontraknya itu dan menghabiskan sisa kontraknya,” tegas Wenger.
Arsene Wenger selaku manajer Arsenal menekankan bahwa Alexis Sanchez bakal menghabiskan sisa kontraknya di Emirates Stadium.
Bintang internasional Cile itu masih menyisakan 11 bulan tersisa di kontraknya, selagi di musim panas ini ia sering dikaitkan dengan kepindahan ke sejumlah tim seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain.
Sanchez sendiri tidak kelihatan batang hidungnya saat Arsenal membungkam Benfica dengan skor 5-2 di ajang Emirates Cup pada Sabtu (29/7) malam WIB, dengan Wenger menyebut pemainnya itu sedang sakit dan baru bisa kembali bergabung pada awal pekan depan.
“Tidak ada perkembangan, semuanya masih sama. Dia [Sanchez] bertahan,” kata Wenger.
“Dia mengabari saya kemarin bahwa dia terkena flu dan akan kembali secepatnya. Kami berkomunikasi dengan dia dan dokternya dan dia harusnya bisa kembali pada Selasa lusa.
“Pemain-pemain yang memiliki setahun tersisa di kontraknya harus menghargai kontraknya itu dan menghabiskan sisa kontraknya,” tegas Wenger.
Matic Resmi Berseragam United
RESMI: MANCHESTER UNITED UMUMKAN TRANSFER NEMANJA MATIC
Mourinho merekrut Matic untuk kedua kalinya, sang gelandang bergabung dengan Manchester United dari Chelsea dengan nilai transfer sekitar £40 juta.
Manchester United telah mengumumkan secara resmi perekrutan Nemanja Matic dari
Chelsea . Sang gelandang telah menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun dengan opsi memperpanjang masa bakti untuk tahun berikutnya.
Gelandang timnas Serbia itu mengikuti jejak beberapa pemain seperti Mark Hughes, Juan Sebastian Veron, dan Juan Mata yang pernah membela kedua klub. Matic menyeberang ke United setelah ada kesepakatan nilai transfer yang kabarnya mencapai £40 juta.
Ini adalah kedua kalinya sang manajer Jose Mourinho merekrut Matic. Saat masih menangani Chelsea, manajer asal Portugal itu merekrut sang gelandang dari Benfica pada Januari 2014.
Kepindahan Matic pada akhirnya tuntas tidak lama setelah Chelsea berhasil mendatangkan Tiemoue Bakayoko ke Stamford Bridge dari klub juara Ligue 1 Prancis AS Monaco.
Di bawah arahan Mourinho, gelandang berusia 28 tahun itu berhasil meraih gelar ganda saat menjuarai Liga Primer Inggris dan Piala Liga pada musim 2014/15, sebelum kembali menjadi juara liga di bawah arahan Antonio Conte musim lalu.
"Nemanja adalah pemain Manchester United dan pemain Jose Mourinho. Dia merepresentasikan semua hal yang kami inginkan dari seorang pesepakbola; loyalitas, konsistensi, ambisi, dan pemain tim," ujar Mourinho seperti dikutip dari situs resmi klub.
"Saya ingin berterima kasih atas keinginannya bergabung dengan kami karena tanpa itu mustahil bisa memilikinya di sini. Saya yakin para pemain dan suporter akan mencintainya. Selamat datang untuk pemain nomor punggung 31 kami yang baru."
Sementara itu Matic merasa sulit menolak kesempatan untuk kembali bekerja sama dengan Mourinho.
"Saya senang bisa bergabung dengan Manchester United. Untuk berkerja sama dengan Jose Mourinho sekali lagi adalah kesempatan yang tidak bisa saya tolak," ungkap Matic.
"Saya telah menikmati masa bermain saya di Chelsea dan ingin berterima kasih kepada klub dan fan atas dukungan mereka. Saya tidak sabar untuk bertemu rekan-rekan setim yang baru dan mulai berlatih bersama mereka."
Dzb
Langganan:
Postingan (Atom)


